Senin, 12 April 2010

Dewi Nawang Wulan





Jaka Tarub was a handsome man. He was very popular in the village. Many young girls felt in love with him. One day Jaka Tarub went to forest to get fire woods. (Jaka Tarub saw Fairies who take a bath in the waterfall
Bidadari I : “I ‘am so happy taking bath in here”
Bidadari II : “Yes, I fell glad because there beautiful waterfall”
Bidadari III : “yes, It’s amazing.” (all of were them laughing)
Jaka Tarub : “Wow….!!! They are very beautiful” while seeing at them.
(All of three fairies take their shawl and fly to the sky, while Jaka Tarub saw them)
Jaka Tarub : “They were not like human being as usual, they are fairies!!
After that Jaka Tarub went home. He was teel thinking about those fairies. The next day, Jaka Tarub go back to the waterfall.
(When the fairies take a bath, Jaka Tarub steal one of the fairies’ shawl)

Bidadri I : “I think we have to go back”
Bidadari II : “yes, I’ am so tired”
Nawang Wulan : “Where is my shawl?”
Bidadri I : “Nawang Wulan, we have to go back home now”
Bidadri II : Yes, we can’t waiting you,”
Nawang Wulan: “Don’t leave me??? (Crying)
Bidadari III : “I’ am sory Nawang Wulan. Father will angry if we are not go back home now.”
(the third fairies fly and left Nawang Wulan alone at the waterfall)
Ayah : “Where is Nawang Wulan?”
Bidadari I : “I’ am sory father, Nawang Wulan was still in there.”
Bidadri II : “She lost her shawl”
Bidadari III : “We can’t find her shawl.”
Ayah : “What happened this is not real in my mind you are stupid.”
(Jaka Tarub went out of the bush)
Jaka Tarub : “What’s wrong? Why are you crying?”
Nawang Wulan : “I lost my shawl. I can’t go back home all my sisters leave me.”
Jaka Tarub : “What is your name?”
Nawang Wulan : “My name is Nawang Wulan. And you?”
Jaka Tarub : “My name is Jaka Tarub”
Nawang Wulan : “Please help me, I will give you anything if you can find my shawl”
Jaka Tarub : “I’ll help you. But if we can’t find it, you can stay in my house. You can be my wife.”
Jaka Tarub pretended to look for the shawl and of course they couldn’t find it. After that they went to Jaka Tarub house, later they get married and had a baby. Their baby named Nawangasih.
Nawang Wulan used her magic in cooking, so they always had enough rice to eat.
Jaka Tarub : “Can you tell me about your magic in cooking?”
Nawang Wulan : “No, I can’t, don’t open the lid.”
But Jaka Tarub was really serious. Than he open the cooking pans’s lid. He saw there was only a small portion of rice to cook.”

Jaka Tarub : “What…a…a……!!!” (Surprised)
Nawang wulan : “What are you doing!!! You are not hear me!!! There was only a small portion of rice to cook and I lost my magic.
Nawang Wulan looks for rice inside the jar, and surprisingly Nawang Wulan found her shawl inside it.
Nawang Wulan : “What’s!!! it is my shawl….!!! Ha….ha….ha….(she is so happy) I’ am sorry I will go home now. Take care of our daughter when there is full moon.”
Jaka Taruf : “Please… don’t leave me…..”
Nawang Wulan flew to the sky and Jaka Tarub was really sad and they will keep the promise. Jaka Tarub went out of the house with her daughter when there was full moon, but Nawang Wulan never came back.







Dewi Nawang Wulan


Jaka Tarub adalah pria tampan. Dia sangat populer di desa. Banyak gadis-gadis muda merasa cinta kepadanya. Suatu hari Jaka Tarub pergi ke hutan untuk mendapatkan kayu api. (Jaka Tarub melihat Fairies yang mandi di air terjun
Bidadari I: "Saya sangat bahagia sedang mengambil mandi di sini"
Bidadari II: "Ya, aku jatuh senang karena ada air terjun yang indah"
Bidadari III: "ya, It's amazing" (. Semua itu mereka tertawa)
Jaka Tarub: "Wow ...!!.! Mereka sangat indah "sambil melihat mereka.
(Semua tiga peri mengambil selendang dan terbang ke langit, sementara Jaka Tarub melihat mereka)

Jaka Tarub: "Mereka tidak seperti manusia seperti biasa, mereka peri!
Setelah itu Jaka Tarub pulang. Dia berpikir teel tentang orang-orang peri. Keesokan harinya, Jaka Tarub kembali ke air terjun.
(Ketika peri mandi, Jaka Tarub mencuri salah satu selendang peri ')

Bidadri I: "Saya pikir kami harus kembali"
Bidadari II: "ya, aku sangat lelah"
Nawang Wulan: "Di mana selendang saya?"
Bidadri I: "Nawang Wulan, kita harus pulang sekarang"
Bidadri II: Ya, kami tidak dapat menunggu Anda, "
Nawang Wulan: "Jangan tinggalkan aku??? (Menangis)
Bidadari III: "Aku 'am sory Nawang Wulan. Ayah akan marah jika kita tidak pulang sekarang. "
(Peri-peri ketiga terbang dan meninggalkan Nawang Wulan sendirian di air terjun itu)
Ayah: "Di mana Nawang Wulan?"
Bidadari I: "Aku 'am ayah sory, Nawang Wulan masih di sana."
Bidadri II: "Dia kehilangan syalnya"
Bidadari III: "Kami tidak dapat menemukan kerudungnya."
Ayah: "Apa yang terjadi ini tidak nyata dalam pikiran Anda bodoh."
(Jaka Tarub keluar dari semak-semak)
Jaka Tarub: "Apa yang salah? Mengapa kamu menangis? "
Nawang Wulan: "Saya kehilangan syal saya. Aku tidak bisa kembali ke rumah semua saudara saya tinggalkan aku. "
Jaka Tarub: "Siapa nama Anda?"
Nawang Wulan: "Nama saya adalah Nawang Wulan. Dan kau? "
Jaka Tarub: "Nama saya Jaka Tarub"
Nawang Wulan: "Tolonglah aku, aku akan memberikan apa pun jika Anda dapat menemukan selendang saya"

Jaka Tarub: "Aku akan membantu Anda. Tetapi jika kita tidak dapat menemukannya, Anda bisa tinggal di rumah saya. Anda dapat menjadi istri saya. "
Jaka Tarub pura-pura untuk mencari selendang dan tentu saja mereka tidak bisa menemukannya. Setelah itu mereka pergi ke rumah Jaka Tarub, kemudian mereka menikah dan punya bayi. bayi mereka bernama Nawangasih.
Nawang Wulan yang digunakan dalam masakan sihirnya, sehingga mereka selalu punya cukup nasi untuk makan.
Jaka Tarub: "Bisakah Anda ceritakan tentang sihir Anda dalam memasak?"
Nawang Wulan: "Tidak, aku tidak bisa, jangan membuka tutupnya."
Tapi Jaka Tarub benar-benar serius. Daripada dia membuka tutup panci memasak itu. Dia melihat ada hanya sebagian kecil dari beras untuk memasak. "

Jaka Tarub: "Apa ... sebuah ... sebuah ... ...!!" (Terkejut!)
Nawang wulan: "Apa yang kau lakukan! Anda tidak mendengarku! Hanya ada sebagian kecil dari beras untuk memasak dan aku kehilangan sihir saya.
Nawang Wulan mencari beras di dalam botol, dan mengejutkan Nawang Wulan menemukan syalnya di dalamnya.
Nawang Wulan: "Apa! itu selendang saya ...!!.! Ha ... ha ..... Ha .... (Dia sangat senang) Saya minta maaf aku akan pulang sekarang. Jaga anak kita ketika ada bulan purnama. "
Jaka Taruf: "Tolong ... jangan tinggalkan aku ... .."
Nawang Wulan terbang ke langit dan Jaka Tarub sangat sedih dan mereka akan tetap janji. Jaka Tarub pergi keluar rumah dengan putrinya ketika ada bulan purnama, tapi Nawang Wulan tidak pernah kembali.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar